Pertemuan Singkat...
Sejak saat itu awal mula ku mengenal siapa dirimu. Aku dengan duniaku dan kamu dengan duniamu. Kita bagaikan angin yang cuma bisa dirasa namun tak bisa digenggam. Hampa.
Aku sekedar menjadi pemuja rahasia yang bahkan tak engkau kenali sedikitpun, meski sedetikpun. Aku selalu berusaha mencari alasan untuk tetap melihat gerak-gerikmu. Tak kenal lelah waktu aku selalu saja mencari tau keadaanmu. Seperti apa dirimu..
Senyum manis dibibir mu..
Paras wajah mu..
Bahkan yaa..
Kecerdasan mu..
Ah, semua ini hanya mimpi. Aku terlalu mengagumi dirimu tanpa pernah kuberpikir panjang. Entah berapa lama aku sanggup menahan rasa. Namun izinkan aku untuk terus-menerus mencintaimu dalam diam. Mungkin inilah cara yang terbaik tanpa harus menyakiti siapapun.
Aku mulai memberanikan diri untuk mendekatimu. Sungguh memalukan! Ternyata dia telah memiliki kekasih yang tak lain adalah teman ku sendiri. Tak pernah kukira bahwa akhirnya seperti ini. Waktu terus berlalu, ak yakin waktu enggan berpihak kepada ku. Ya aku tau itu. Namun, dengan seiringnya waktu berlalu rasa ini pun mulai pudar.
Beberapa waktu kemudian..
Aku mulai menginjak masa SMA, dimana masa yang paling indah bakal kulalui. Aku memasuki sekolah yang kuinginkan. Tak pernah kusangka aku bertemu kembali dengan dirimu. Ya benar dia, pengagum rahasiaku. Pada saat itu entah apa yang ada dalam pikiranku tapi sesungguhnya rasa ini tak karuan.
Ah sudahlah~
Ini semua hanyalah sebatas mimpi.
Tepat pada tanggal 15 Juni 2012, aku mengikuti kegiatan OSPEK. Sepulangnya, aku menunggu jemputan didepan sekolah. Ya dia lewat seketika dihadapanku. Dag dig dug serr.
Aku berkata dalam hati "apa-apaan ini"-gumamku.
Tak lama kemudian ada seorang laki-laki datang menghampiriku ternyata dia teman SD ku.
"Nunggu siapa?"-tanya nya.
"Nunggu jemputan."-jawabku.
"Ooh, sekolah disini juga? Jurusan apa?"-lanjutnya.
"Iyaa, jurusan TKJ, kamu?"-jawabku.
"TKR"-lanjutnya.
"Sekelas dengan laki-laki yang tadi?"-tanyaku.
"Iyaa."-jawabnya.
Tak pernah kusangka sampai disini. Beribu cerita berbaris disini. Disetiap dinding sekolah menghasilkan kenangan baik suka maupun duka. Siapa sangka?! Percayalah, setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda dengan masa lalunya sendiri. Tapi apapun resikonya hargailah dirimu tetaplah coba untuk bangkit dan menatap masa depanmu. Karena jalan ditempat terus-menerus akan menyakitkan, cobalah melangkah meski tak mampu.
Singkat cerita..
Aku dan kamu mulai dekat. Kita sudah mulai chatting-an satu sama lain saling berbagi cerita kita. Tapi tetap saja ini 'sebatas teman'. Kita mulai berjalan bersama mencoba menghabiskan waktu. Untuk kesekian kalinya kamu begitu jahat, ya kamu emang jago menarik ulur hatiku.
Kamu bersama dirinya..bukan diriku..
Perlahan mulai kupendam rasa ini lagi lagi dan lagi
Kamu selalu datang padaku disaat yang tidak tepat, kamu hanya mencari solusi kepadaku. Aku masih menghargai sikapmu kepadaku.
6 bulan kemudian..
Aku sudah mulai terbiasa dengan kedekatan singkat kita yang hanya berstatus "TEMAN".
Dimana letak hatimu?!
Apa arti kedekatan ini?!
Tidak jelas!
Aku mulai merelakan semua tentang kita dan berjalan seperti biasa. Sampai aku tak tau dimana letak titik jenuhku ini. Aku takjub. Kamu mengungkapkan rasa mu kepadaku. Ya ternyata selama ini dia memendam rasa yang sama. Hanya saja, aku sudah mulai rapuh dan menutup pintu hatiku. Namun,kamu berkata "Kutunggu Jandamu" wkwwk. Ya kalee.. Gak gitu. Maksudnya "Kutunggu sampai lampu hijau".
Kesempatan emas..
Yak!
Skak mat!
Lampu ijoo meenn..
Daripada dan daripada, aku mulai mempertimbangkan semua rasa ini. Karena aku tak mau kecewa untuk kesekian kalinya. Dan biarlah rasa ini berlalu dengan sendirinya seiring membuktikan rasa yang sedang mengalir ini.
Namun, kurasa inilah waktunya.
Inilah titik dimana aku dan kamu harus memilih jalan untuk bersama. Mencoba berbagi cerita suka duka kita, mencari kenyamanan satu sama lain, dan mencoba percayakan semua kepada Allah. Karena, Allah lah sang Maha skenario terbaik.
Tepat pukul 22.00 WIB. Pada September, 2013.
Di depan teras rumahku, dan temanku,
Menjadi saksi nyata hubungan kita.
Semoga apapun rencana baik kita serta doa kita di izinkan Allah sampai pada waktunya tiba.
Sekian..
Senin, 05 Desember 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Impian Sederhana Orang Tua
Impian Impian Sederhana Orangtua Sederhana sekali Impian mereka, para Orang Tua kita... 1. Saat Wisuda Pikiran sang anak : " aku ...
-
DISK DEFRAGMEN Disk defragmen ini berfungsi untuk mengatur dan memanag isi hardisk agar jumlah file yang terfragmentasi didalamnya menj...
-
Selamat Ulang Tahun Cinta! Maafkan kekasihmu ini karena hanya bisa mengucapkan selamat ulang tahun lewat kata-kata. Akan tetapi ucapan ...
-
Dear Future Husband... Bu... Ibu... Ooh Ibu... Bu, calon isteriku gak bisa masak-- Di subuh yang dingin ini, kudapati ibu sudah sib...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar